Bandung Barat 22 April 2025 – Jembatan Cilojami akhirnya diresmikan setelah lebih dari satu dasawarsa menjadi harapan warga. Jembatan ini menjadi penghubung kehidupan bagi warga Kampung Cilonok, Desa Cilangari, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kampung Jamilega, Desa Sukasirna, Kecamatan Cempakamulya, Kabupaten Cianjur yang selama ini terpisah aliran sungai. Jembatan yang dibangun oleh BSI Maslahat bersama Yayasan Islamadina Bayana diresmikan pada Ahad, 19 April 2026.
Selama lebih dari satu dasawarsa, warga di dua kabupaten ini hidup dengan keterbatasan akses akibat ketiadaan jembatan yang aman dan layak. Sejak 2007, warga hanya mengandalkan jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan diikat dengan tali ijuk. Jembatan bambu tersebut membentang di atas aliran sungai, namun kondisinya mudah lapuk dan rawan putus.
Baca juga : BSI Maslahat Resmikan Jembatan Maslahat Untuk Negeri Bagi Masyarakat Baduy

Ketika musim hujan tiba, kondisi menjadi semakin berisiko. Arus sungai yang deras kerap menghanyutkan jembatan bambu tersebut. Saat jembatan putus, akses warga lumpuh total. Anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai dengan rasa takut. Orang tua harus menahan cemas, sementara aktivitas ekonomi dan sosial terhenti. Kini, jembatan Cilojami telah berdiri dan siap menopang aktivitas sekitar 3.000 jiwa dari 2 (dua) kabupaten.
Warga Kampung Jamilega dan Kampung Cilonok yang mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, dan buruh harian sebelumnya harus menempuh jarak berlipat ganda untuk mengakses layanan kesehatan, pasar, hingga kegiatan pengajian. Kondisi tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menambah biaya dan risiko keselamatan.
Bu Supiyah (52 tahun), warga setempat, menceritakan kondisi sebelum Jembatan Cilojami dibangun. “Masyaallah, sebelumnya sangat berbahaya. Jalan ini tidak bisa dilewati motor, kalau berjalan kaki pun sulit sekali. Saat ada pengajian, kami benar‑benar kesulitan karena aksesnya tidak aman,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran jembatan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. “Alhamdulillah, sekarang jembatan ini sangat bermanfaat dan membantu kami semua. Semoga jembatan ini berumur panjang,” ujarnya.
Bu Supiyah pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. “Alhamdulillah, jembatan sudah berdiri kokoh dan bisa digunakan warga. Terima kasih atas seluruh pengorbanan dan tenaga yang telah dikerahkan. Semoga semua kebaikan ini menjadi amal jariyah,” katanya.
Baca juga : BSI Maslahat Jelajahi Pedalaman Baduy, Wujudkan Mimpi Masyarakat Baduy Miliki Jembatan Layak

Proses pembangunan Jembatan Cilojami juga melibatkan warga setempat. Mereka turut terlibat aktif sejak awal pembangunan. Warga bergotong royong membantu menyiapkan material, tenaga, hingga konsumsi bagi para pekerja. Kebersamaan tersebut menjadikan jembatan ini terasa sebagai milik bersama.
Dengan berdirinya Jembatan Cilojami, aktivitas pertanian kini dapat berjalan lebih lancar. Hasil kebun dan pertanian warga bisa diangkut dengan lebih efisien. Akses anak-anak menuju sekolah menjadi lebih aman. Layanan kesehatan, pasar tradisional, serta kegiatan keagamaan kini dapat dijangkau dengan lebih mudah.
Secara teknis, Jembatan Cilojami memiliki total panjang 48 meter, dengan anchor sepanjang 10 meter, lebar 1,2 meter, tinggi pylon 6 meter, serta alas pijak berupa plat bordes yang dirancang aman bagi mobilitas warga.
BSI Maslahat dan Yayasan Islamadina Bayana adalah simbol kolaborasi kebaikan yang berkelanjutan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi pemantik perubahan sosial yang lebih luas, sekaligus memperkuat ketahanan warga desa dalam menghadapi tantangan ke depan.
Peresmian Jembatan Cilojami menutup penantian panjang warga dengan senyum dan rasa syukur. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menyatukan harapan, mimpi, dan masa depan yang lebih baik. Dengan akses yang terbuka, warga kini melangkah lebih percaya diri menata kehidupan.
Ke depan, BSI Maslahat berharap Jembatan Cilojami terus menjadi saksi tumbuhnya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial yang lebih maju. Melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, BSI Maslahat meyakini bahwa jembatan‑jembatan harapan serupa dapat dibangun di pelosok lain, agar semakin banyak masyarakat yang terhubung dan memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Mau tahu program kebaikan lainnya? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

