Bacaan Niat Wudhu Lengkap dengan Tata Cara dan Doa Setelahnya

\"\"

Mensucikan diri dari najis dan kotoran seorang muslim ialah dengan berwudhu. Seorang Muslim wajib membersihkan diri dengan cara berwudhu sebelum melakukan ibadah seperti sholat, thawaf Ka’bah, dan menyentuh Al-Quran.

 

Berwudhu mensucikan diri menggunakan air yang bersih, namun jika dalam keadaan mendesak bertayamum dengan debu dapat digunakan sebagai alternatifnya. Sebagai seorang Muslim yang menjalankan perintah Allah dengan taat, perlu kita ketahui bagaimana tata cara berwudhu yang benar sebelum melaksanakan shalat.

 

Betapa pentingnya wudhu telah ditegaskan dalam riwayat hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda bahwa wudhu merupakan syarat sah diterimanya ibadah shalat umat muslim.

 

                                                                لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

 

 “Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu.”

 

Baca Juga: 5 Manfaat Azan Ternyata tak Hanya untuk Panggilan Shalat

 

Syarat Wudhu

 

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum kita mengambil air wudhu, ada delapan syarat berikut rinciannya:

 

1.     Islam

2.     Tidak berhadas besar atau dalam keadaan haid/nifas

3.    Wudhu dengan air suci dan mensucikan: Air hujan, air laut, air sumur, air sungai, air salju, air embun dan air 

        telaga.

4.    Tidak ada penghalang masuknya air ke anggota tubuh seperti kutek, getah, atau cat.

5.    Mengetahui fardhu wudhu: Niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan, mengusap kepala, membasuh 

       kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.

6. Mengetahui sunnah wudhu: Bersiwak, membaca basmalah, berkumur-kumur, membasuh lubang hidung, membersihkan seluruh rambut, mendahulukan bagian kanan, membersihkan telinga luar dan dalam, membasuh & menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.

7.    Tamyiz alias dapat membedakan baik dan buruknya suatu pekerjaan.

 

Baca juga: 13 Rukun Shalat sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

 

Tata Cara Wudhu Sesuai Syariat

 

1.  Berniat dalam hati

 

Berdasarkan Kitab al-Majmu\’ Syarh al-Muhadzdzab tulisan Imam Nawawi, kata wudhu dikatakan berasal dari wadh\’ah yang maknanya kebersihan. Secara istilah, wudhu ialah aktivitas khusus yang diawali dengan niat atau menggunakan air pada anggota badan khusus yang diawali dengan niat. Menukil dari buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karangan KH Muhammad Habibillah, berikut bacaan niat wudhu disertai latin dan artinya.

 

                                                        نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul whuduua liraf\’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta\’aalaa.

\”Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta\’ala,\”

2.  Usai membaca doa, maka wudhu bisa diawali dengan mengucap basmalah.

3.  Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

4.  Berkumur tiga kali

5.  Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

6.  Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

7.  Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan, sebanyak tiga kali

8.  Mengusap kepala tiga kali

9.  Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan

10.  Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan

11.  Membaca doa setelah wudhu

12.  Bacaan Doa Setelah Wudhu

13.  Setelah wudhu, ada juga doa setelah selesai berwudhu yaitu berikut bunyinya

 

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

                                                                                                                                         وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

 

Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan \’abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj\’alnii minat tawwaabiina waj\’alnii minal mutathahhiriina, waj\’alnii min \’ibadikash shaalihiin.

 

Artinya: \”Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih,\”

 

BSI Maslahat adalah lembaga Zakat mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah. Mari bersedekah melalui BSI Maslahat melalui rekening 7088844488 a.n. BSI Maslahat-Infak, melalui BSI Mobile https://bsim.page.link/infaq-maslahat atau scan QRIS BSI Maslahat berikut.

\"\"