Di tengah hantaman pandemi yang melumpuhkan banyak usaha kecil, secercah harapan justru hadir bagi Vella Suffah (32) pelaku usaha tata rias yang berhasil bangkit dan berkembang bersama dukungan BWM Usaha Mandiri Sakinah (BWM UNISA). BWM UNISA merupakan bagian dari pengelolaan LKMS-BWM oleh BSI Maslahat yang mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas melalui pembiayaan syariah dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kisah Vella ini membuktikan bahwa keterpurukan bukanlah akhir, melainkan titik balik untuk bangkit. Kecintaan Vella pada dunia tata rias bermula dari hal sederhana. Pada 2018, ia merias anak-anak TK dan SD yang hendak mengikuti wisuda. Berbekal pengalaman bekerja di salon dan kemampuan yang ia asah secara otodidak, Vella menemukan kebahagiaan dalam setiap sentuhan riasannya. “Saya suka melihat anak-anak kecil didandani,” tuturnya. Tak disangka, hasil karyanya menarik perhatian banyak orang, dan perlahan permintaan jasa rias pun mulai berdatangan.
Baca juga: Semangat Kartini di Era Kini, Kisah Elsi Nasabah BWM Al-Kautsar yang Sukses dan Berdaya
Namun, debut usahanya yang sedang menanjak mendadak terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda di awal tahun 2020. Acara wisuda, pernikahan, dan berbagai kegiatan yang menjadi sumber penghasilannya seketika lenyap akibat kebijakan pembatasan sosial. Usahanya pun meredup. Di tengah situasi yang serba tidak pasti, Vella memilih untuk tidak menyerah. Ia memutar arah, mencoba peluang baru dengan menyewakan busana, termasuk kebaya anak.
Di masa sulit itulah, Vella menemukan harapan melalui BWM UNISA. Vella sendiri sudah mengenal BWM sejak 2019, namun ia baru mantap bergabung menjadi nasabah tepat ketika pandemi mulai terasa dampaknya. “Saya ini nasabah pengganti, dan pencairan pertama justru saat Covid,” kenangnya.
Saat itu, omzet usahanya berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan dengan pelanggan yang masih terbatas. Namun, keterbatasan tidak menghentikan langkahnya untuk berkembang. Di rumah, ia memanfaatkan waktu luang dengan mengikuti berbagai workshop online untuk meningkatkan keterampilan meriasnya. “Justru saat pandemi, saya punya lebih banyak waktu untuk belajar,” ujarnya.

Dukungan pembiayaan dari BWM UNISA menjadi salah satu kunci penting dalam perjalanannya. Dana yang ia terima digunakan untuk melengkapi peralatan rias, mulai dari koper rias hingga berbagai perlengkapan profesional lainnya. Baginya, kelengkapan alat bukan hanya soal fungsi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan. “Kadang pelanggan menilai dari apa yang kita bawa,” jelasnya.
Tak berhenti di sana, Vella juga mengembangkan usaha sewa busananya dengan membuat kebaya dan melengkapi koleksi aksesoris seperti konde, framer, hingga payet. Perlahan, usahanya kembali menggeliat seiring dengan meredanya pandemi. Bahkan, jangkauan pelanggannya semakin luas. Mulai dari kalangan profesional hingga figur publik, seperti Zaskia Adya Mecca pernah Vella rias. Ada pula momen tak terlupakan ketika ia tanpa sadar merias seorang rektor. “Baru sadar setelah selesai merias, ternyata yang saya rias itu rektor” kenangnya.
Hubungan Vella dengan BWM UNISA tidak berhenti pada akses pembiayaan. Ia juga merasakan dukungan nyata dalam pengembangan usaha. Ketika belum memiliki galeri sendiri, kantor BWM UNISA sempat menjadi tempat bagi Vella untuk memamerkan koleksi busananya. Selain itu, ia juga mendapatkan bantuan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang semakin memperkuat legalitas usahanya.
Baca juga: Omset Rumah Makan Melejit Jutaan Rupiah, Kisah Leni Anhar Bertumbuh Bersama BSI Maslahat
Kisah Vella adalah salah satu wujud nyata dari peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah–BWM (LKMS-BWM) yang dikelola oleh BSI Maslahat. Kehadiran LKMS-BWM menjadi penggerak penting bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro, dengan menyediakan akses keuangan yang mudah, tanpa riba, serta disertai pendampingan usaha dan spiritual. Selain itu, LKMS-BWM juga berkontribusi dalam melindungi pelaku usaha dari praktik pembiayaan ilegal.
Sebagai bagian dari gerakan nasional, LKMS-BWM tidak hanya memberikan pembiayaan berbasis syariah, tetapi juga membekali para nasabah dengan pembinaan rutin melalui kegiatan Evaluasi Mingguan (Halmi). Dalam forum ini, para nasabah mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan keuangan, penguatan usaha, sekaligus pembinaan nilai-nilai keagamaan.
Bagi Vella, kehadiran BWM bukan sekadar solusi permodalan, melainkan juga sumber semangat dan ruang bertumbuh. Kini, ia terus menata langkah, mengumpulkan modal, dan memupuk harapan untuk memiliki galeri sendiri. Dengan dukungan yang ia rasakan, mimpi itu bukan lagi sekadar angan, melainkan tujuan yang semakin dekat untuk diwujudkan.
Yuk cari tahu cara berwakaf mudah di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

