BSI Maslahat Gelar Refreshment ISO Integrasi untuk Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Mutu

Jakarta, 28 April 2026 – BSI Maslahat kembali menggelar kajian rutin JUBAH (Jum’at Bahagia) pada Jum’at, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BSI Maslahat dalam memperkuat tata kelola lembaga sekaligus meningkatkan kualitas manajemen melalui penguatan pemahaman terkait standar ISO Integrasi.

Kajian JUBAH kali ini mengangkat tema “Refreshment ISO Integrasi: Membangun Manajemen Mutu yang Mengedepankan Anti Bribery dan Keamanan Informasi”. Hadir sebagai narasumber, Galung Triko, S.Ikom, M.Si, CLA, yang memberikan pemaparan menyeluruh mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen mutu, pencegahan penyuapan, dan perlindungan informasi dalam operasional lembaga zakat nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh para amil dan insan BSI Maslahat yang hadir secara hybrid, baik luring maupun daring, sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas manajemen lembaga. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya ditopang oleh program yang berdampak bagi masyarakat, tetapi juga oleh penerapan sistem manajemen yang akuntabel, transparan, dan menjunjung tinggi integritas.

Baca juga : BSI Maslahat Raih Sertifikasi ISO 37001, Terapkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan 

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa BSI Maslahat saat ini telah memiliki tiga sertifikasi ISO, yaitu: 1) ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu, 2) ISO 37001 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, dan 3) ISO 27001 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Ketiga standar ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas layanan, pencegahan praktik tidak etis, serta perlindungan data dan informasi lembaga.

Pada tahun 2026, BSI Maslahat akan melakukan integrasi ketiga standar ISO tersebut ke dalam satu sistem manajemen terpadu. Oleh karena itu, diperlukan awareness dan pemahaman bersama seluruh amil sebagai bagian dari persiapan implementasi agar integrasi berjalan efektif dan berkelanjutan. Integrasi ISO ini diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, selaras, dan saling mendukung antarstandar.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait ISO Integrasi. Setelah penyampaian materi, peserta kembali mengikuti post-test guna melihat peningkatan pemahaman serta efektivitas materi yang disampaikan. Metode ini menjadi salah satu bentuk evaluasi pembelajaran yang sistematis dan terukur.

Secara garis besar, materi refreshment menekankan bahwa ISO Integrasi bertujuan menyatukan sistem manajemen mutu (ISO 9001), anti bribery (ISO 37001), dan keamanan informasi (ISO 27001) dalam satu kerangka kerja yang saling terhubung. Integrasi ini mendorong konsistensi kebijakan, penyederhanaan prosedur, penguatan pengendalian risiko, serta budaya kerja yang berorientasi pada mutu, integritas, dan keamanan informasi.

Baca juga : BSI Maslahat  Gelar Pelatihan ISO 9001: Quality Management Systems Awareness

Melalui kegiatan ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang terus menjaga tata kelola yang baik (good governance). Dengan sistem manajemen yang terintegrasi dan berstandar internasional, BSI Maslahat berupaya memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional, transparan, dan aman demi menghadirkan kemaslahatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mau Sedekah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI