BSI Maslahat Tingkatkan Kesejahteraan Guru Tahfidz di Pelosok, Dampak Nyata Pengelolaan ZISWAF

BSI Maslahat Tingkatkan Kesejahteraan Guru Tahfidz di Pelosok, Dampak Nyata Pengelolaan ZISWAF

Pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang tepat sasaran mampu menghadirkan perubahan nyata, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan para guru di daerah pelosok. Salah satu wujud transformasi nyata terlihat melalui program Sahabat Kebaikan Yatim yang diinisiasi oleh BSI Maslahat.

Kisah Rahmawati, atau akrab disapa Umi Rahma merupakan seorang guru tahfidz di Yayasan Darut Taufiq Batu Bara, Sumatera Utara. Kisahnya menjadi gambaran konkret bagaimana program ini memberikan transformasi perubahan yang nyata serta dampak yang berkelanjutan bagi penerima manfaatnya.

Dalam kesehariannya, ia mengabdikan diri untuk membimbing anak-anak asuh menghafal Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan. Namun, di balik peran mulianya itu, pernah ada fase kehidupan yang tidak mudah ia lalui.

Baca juga: BSI Maslahat Hadirkan Harapan Baru di Panti Asuhan Darut Taufiq Batu Bara

Sebelum bergabung dengan Yayasan Darut Taufiq, Rahmawati menjalani profesinya dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Ia menerima gaji sebesar Rp600 ribu per bulan. Jumlah yang bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar di kondisi ekonomi sekarang ini. Lebih dari itu, gaji tersebut tidak diterima setiap bulan, melainkan dibayarkan setiap tiga bulan sekali.

Namun, seperti banyak pekerja lainnya, Rahmawati tetap memilih bertahan. Bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena ia percaya bahwa pekerjaannya memiliki makna yang lebih besar dari sekadar penghasilan.

Perubahan mulai dirasakan ketika ia bergabung dengan Yayasan Darut Taufiq, yang menjadi salah satu penerima manfaat program Sahabat Kebaikan Yatim yang diinisiasi oleh BSI Maslahat. Di tempat ini, ia menemukan sesuatu yang selama ini terasa jauh baginya, yakni sebuah kepastian dan penghargaan. Melalui pengelolaan dana ZISWAF yang profesional dan berkelanjutan, program ini tdak hanya membantu Yayasan serta anak-anak asuh, namun juga mendorong kesejahteraan para tenaga pendidiknya, salah satunya Rahma.

Di sini, haknya sebagai tenaga pendidik dipenuhi secara layak. Gaji dibayarkan secara rutin setiap bulan. Lingkungan kerja memberikan ruang baginya untuk berkembang. Hal-hal yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak yang sangat mendasar bagi kualitas hidup seseorang. “Alhamdulillah, saya sampai bisa membeli motor untuk memudahkan mobilitas sehari-hari saya,” ungkapnya.

BSI Maslahat Tingkatkan Kesejahteraan Guru Tahfidz di Pelosok, Dampak Nyata Pengelolaan ZISWAF

Perubahan tersebut tidak hanya dirasakan dalam aspek ekonomi, tetapi juga membuka jalan baginya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran program ini, membantunya dalam membiayai kuliah S2 yang sedang ia jalani. Melanjutkan pendidikan ke jenjang ini ia ambil demi menjamin kualitas pendidikan, kompetensi pengajaran, serta karir yang lebih baik kedepan sebagai seorang guru. “Karena kebetulan saya kuliah S1 itu tidak linier jurusannya dengan profesi guru. Akhirnya saya memutuskan untuk lanjut studi S2 di UIN Sumatera Utara dengan mengambil jurusan linier dengan profesi guru” tutur Rahma.

Ungkapan tersebut terdengar sederhana, namun mencerminkan sebuah transformasi yang nyata. Dari kondisi bertahan, menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat.

Kisah Rahmawati menjadi gambaran konkret bagaimana dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dapat berperan lebih dari sekadar bantuan jangka pendek. Melalui pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, ZISWAF mampu menghadirkan perubahan struktural dalam kehidupan masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: BSI Maslahat Perkuat Ketahanan Ekonomi Santri Yatim Dhuafa di Yayasan Khoirul Hikmah Lewat Program Sahabat Kebaikan Yatim Klaster Pemberdayaan

Sebagai instrumen ekonomi sosial Islam, Zakat tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme distribusi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan. Infak dan sedekah memperkuat solidaritas sosial, sementara wakaf menghadirkan manfaat yang berkelanjutan dan dampak jangka panjang.

Berbagai program yang dihadirkan BSI Maslahat menunjukkan bahwa kesejahteraan guru tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Ia bisa tumbuh dari kepedulian yang dikelola dengan amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Masih banyak Rahmawati lain di luar sana, yang terus bekerja tanpa tanda jasa dalam keterbatasan. Setiap kontribusi Sahabat melalui ZISWAF menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menghadirkan perubahan itu.

Yuk cari tahu cara berzakat mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI