Sahabat, dalam keseharian tentu kita tidak lepas dari aktivitas menggunakan uang untuk berbelanja. Dalam Islam, membelanjakan harta demi memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan seimbang bukanlah sesuatu yang dilarang. Bahkan, Islam mendorong terwujudnya sistem ekonomi yang kuat, adil, dan saling menguatkan antar sesama.
Namun, yang perlu dihindari adalah sikap berlebih-lebihan, memamerkan kemewahan, serta menjadikan gaya hidup mewah sebagai standar bagi semua orang. Islam juga dengan tegas mengharamkan perbuatan memakan harta anak yatim. Di sisi Allah SWT, kelimpahan harta dan kemewahan tidak memiliki nilai apa pun apabila hanya dinikmati sendiri dan tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan, terlebih jika tidak dijadikan bekal untuk kehidupan akhirat.
Karena itu, sebelum berbelanja, yuk terapkan beberapa tips berikut agar harta yang kita keluarkan tetap berada dalam koridor kebutuhan dan keberkahan.
Baca juga : BSI Maslahat Siap Sambut Iduladha 2026 dengan Menyiapkan Ribuan Hewan Kurban Terbaik
Jangan Mudah Terjebak Diskon
Cermat, yuk! Tidak semua diskon benar-benar menguntungkan. Ada kalanya potongan harga terlihat besar, padahal jika ditelusuri, harganya tidak jauh berbeda dengan harga normal. Daripada kalap memborong hanya karena label diskon, lebih baik kita menimbang dan meneliti terlebih dahulu. Apakah barang tersebut memang layak dibeli dan benar-benar dibutuhkan?
Jika memang diskonnya nyata dan produknya sesuai kebutuhan, tentu tidak masalah untuk membelinya. Belanja barang diskon justru bisa menjadi cara cerdas untuk berhemat, asalkan dilakukan dengan penuh kesadaran. Intinya, diskon bukan sesuatu yang salah. Namun ada hal yang perlu dijaga yaitu niat dan kehati-hatian agar tidak sekadar mengikuti dorongan hawa nafsu untuk membeli tetapi tidak diperlukan.
Baca juga : BSI Maslahat Perkuat Praktik Kurban Berkelanjutan Demi Kelestarian Alam
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Pernahkah Sahabat mengalami keinginan mendadak untuk membeli sesuatu saat berjalan-jalan di pusat perbelanjaan atau sedang scrolling e-commerce? Jangan buru-buru checkout, ya.
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat? Periksa juga, apakah di rumah masih ada barang serupa dengan fungsi yang sama? Kebiasaan ini dapat melatih kita untuk hidup lebih sederhana, minimalis, dan selaras dengan kebutuhan.
Rasulullah SAW telah memberi teladan hidup sederhana. Bahkan di akhir hayatnya, beliau hanya meninggalkan beberapa helai pakaian. Padahal, sebagai pemimpin besar peradaban Islam, beliau mampu saja menumpuk harta berlimpah. Namun, kesederhanaan justru menjadi nilai luhur yang ditanamkan beliau kepada umatnya.
Cek Anggaran Keuangan Terlebih Dahulu
“Mumpung lagi sale, sayang kalau dilewatkan.”
Kalimat ini mungkin sering terlintas di benak kita. Namun sebelum memutuskan belanja, pastikan dulu Sahabat memiliki anggaran yang tersedia. Jangan sampai demi memenuhi keinginan sesaat, kita harus berutang atau mengorbankan pos anggaran lainnya. Jika dibiarkan, kondisi keuangan bisa menjadi tidak terkendali.
Solusinya, susunlah anggaran keuangan secara rutin, baik tahunan maupun bulanan. Tetapkan prioritas dan tujuan keuangan agar setiap pengeluaran memiliki arah yang jelas. Jika Sahabat merasa mudah tergoda untuk belanja, alokasikan dana khusus di dompet atau rekening tersendiri. Dengan begitu, pengeluaran di luar rencana tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan utama lainnya.
Gunakan Pertimbangan Rasional
Iklan kerap mempengaruhi emosi dan psikologis kita. Karena itu, penting bagi Sahabat untuk tetap berpikir jernih dan rasional sebelum memutuskan membeli sesuatu. Tidak sedikit orang yang akhirnya terbebani utang dan tagihan kredit karena terlalu sering tergoda oleh iklan yang menjanjikan kepuasan sesaat.
Sebelum membeli, pastikan keputusan tersebut sudah dipikirkan secara matang agar tidak menyesal di kemudian hari. Mengedepankan akal sehat adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas keuangan.
Hindari Sikap Berlebih-lebihan
Allah SWT berfirman,
وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Artinya : “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqon:67)
Ayat ini mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta untuk tidak boros, tetapi juga tidak pelit. Harta hendaknya memberikan manfaat, baik di dunia maupun sebagai bekal di akhirat. Salah satunya dengan menyisihkan sebagian untuk bersedekah.
Agar kebahagiaan dari harta tidak berhenti di dunia semata, jangan lupa sisihkan rezeki untuk menghadirkan keberkahan hidup. Sahabat dapat menunaikan sedekah dengan mudah dan menjangkau manfaat yang luas bersama BSI Maslahat, sebagai ikhtiar nyata untuk berbagi dan menebar kebaikan.
Mau Sedekah di BSI Maslahat? Klik di sini.
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

