Jakarta, 09 Mei 2026 – Insya Allah, dalam hitungan hari umat Islam akan menyambut kehadiran Hari Raya Iduladha, momentum agung yang sarat makna spiritual dan sosial. Iduladha dikenal sebagai Hari Raya Haji sekaligus Hari Raya Kurban, karena pada momen ini terdapat dua ibadah besar yang menjadi simbol ketaatan dan kepedulian umat Islam.
Pertama, pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji dari seluruh dunia melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf menjadi rukun haji yang wajib dilaksanakan, di mana jemaah berkumpul, berdiam diri, dan memperbanyak zikir serta doa. Pemandangan jemaah yang mengenakan pakaian ihram berwarna putih sering diibaratkan sebagai pengingat akan Padang Mahsyar, tempat seluruh manusia kelak dikumpulkan.
Kedua, setelah pelaksanaan Salat dan Khutbah Iduladha hingga hari-hari Tasyrik pada 11–13 Dzulhijjah, umat Islam yang memiliki kemampuan ekonomi dianjurkan menunaikan ibadah kurban. Hewan kurban berupa sapi, kerbau, kambing, domba, atau unta disembelih dan dagingnya dibagikan kepada keluarga, tetangga, serta masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum duafa.
Baca juga : Ajak Masyarakat Berkurban, BSI Maslahat Hadirkan Festival Kurban Maslahat di Car Free Day Jakarta
Bagi sebagian masyarakat duafa di Indonesia, daging bukanlah makanan yang mudah didapatkan. Bahkan, bagi mereka yang tinggal di wilayah pedesaan terpencil, mengonsumsi daging bisa menjadi peristiwa yang sangat jarang terjadi. Dalam setahun, sebagian dari mereka mungkin hanya menikmati daging satu atau dua kali, biasanya saat Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Itu pun bergantung pada adanya penyaluran hewan kurban ke wilayah mereka.
Namun, masih banyak masyarakat yang ingin menyalurkan kurbannya hingga ke pelosok negeri, tetapi terkendala informasi, distribusi, serta tingginya biaya pengiriman dan risiko distribusi hewan secara langsung. Menjawab tantangan tersebut, BSI Maslahat menghadirkan program pendistribusian hewan kurban yang amanah, terkelola dengan baik, dan menjangkau wilayah-wilayah prioritas penerima manfaat.
Melalui pendekatan pemberdayaan, BSI Maslahat bekerja sama dengan peternak binaan untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang memenuhi syariat dan standar kesehatan. Para peternak dibina serta difasilitasi agar usaha ternaknya berkembang, sehingga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi mereka. Pada momen Idul adha, hewan ternak yang telah memenuhi kriteria kemudian disalurkan sebagai hewan kurban kepada para pekurban.
Skema ini memberikan manfaat ganda. Para peternak memperoleh pendapatan yang layak dari hasil ternaknya, sementara masyarakat sekitar dapat menikmati daging kurban secara langsung. Dengan demikian, nilai ibadah kurban tidak hanya berhenti pada ritual penyembelihan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Dari tahun ke tahun, pendistribusian kurban melalui BSI Maslahat terus berkembang dan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit tersentuh. Tahun 2025 lalu, BSI Maslahat berhasil menyalurkan total hewan kurban sebanyak 3.514 ekor domba/kambing, 941 ekor sapi lokal, dan 25 ekor sapi untuk Palestina. Adapun total penerima manfaat sebanyak 131.740 orang. Distribusi kurban dilakukan di 35 titik sebaran yang mencakup 11 provinsi dan 26 kota/kabupaten di Indonesia, serta wilayah Palestina. Adapun lokasi distribusi hewan kurban di Indonesia meliputi kota Sabang, Banyuasin, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lebak, Bogor, Subang, Garut, Kendal, Temanggung, Kudus, Sleman, Mojokerto, Magetan, Kediri, Ponorogo, Trenggalek, Tuban, Malang, Jember, Banyuwangi, Gowa, Bima, Mataram, Lombok Tengah, dan Rote Ndao.
Melalui ibadah kurban, BSI Maslahat mengajak umat Islam menjadikan momen Iduladha sebagai sarana memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan keberkahan bagi sesama. Insya Allah, kurban yang ditunaikan dengan niat tulus akan menjadi perekat umat dan membawa manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yuk berkurban di BSI Maslahat? Klik di sini
BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI

