BSI Maslahat Jajaki Sinergi Strategis dengan ITB untuk Penguatan Program Ziswaf Berbasis Teknologi

Bandung, 02 Juni 2026 — BSI Maslahat terus memperkuat upaya menghadirkan maslahat yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Melalui kunjungan resmi ke Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa,19 Mei 2026, BSI Maslahat membuka peluang sinergi strategis dalam pengembangan program sosial berbasis teknologi yang tepat guna dan berkelanjutan.

Pertemuan yang berlangsung di Kampus ITB tersebut menjadi bagian dari komitmen BSI Maslahat dalam mentransformasikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) menjadi program pemberdayaan yang lebih sistemik, terukur, dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan peran BSI Maslahat sebagai lembaga amil zakat dan nazir wakaf nasional yang mengedepankan tata kelola syariah yang profesional dan akuntabel.

Hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro, Direktur Waqf and Empowerment BSI Maslahat Roni Setiabudi, serta Direktur Humanity Care BSI Maslahat Risyad Iskandar. Sementara dari pihak ITB hadir Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi Zulhan, S.T., M.T., Deputi Direktur Bidang Pengabdian Masyarakat Dr. rer. nat David Prambudi Sahara, S.T., M.T., dan Kepala Seksi Pengelolaan Pengabdian Masyarakat Ferdyansyah Poernama, A.Md.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan teknologi tepat guna. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang efektif di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan desa berbasis potensi lokal.

Baca juga : BSI Maslahat Gelar Roadshow BSI Scholarship di ITB Bandung, Dorong Generasi Muda Raih Perguruan Tinggi Negeri Impian

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro, menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan yang dijalankan.

“BSI Maslahat membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, agar program-program sosial yang dijalankan dapat menghadirkan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak ITB menyambut baik peluang kerja sama tersebut sebagai bagian dari penguatan pengabdian masyarakat berbasis kepakaran dan riset. Dengan dukungan akademisi dan inovasi teknologi, program sosial diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Kunjungan ini juga menjadi wujud nyata semangat “Maslahat untuk Bangsa” yang terus diusung BSI Maslahat dalam setiap langkah dan programnya. Tidak sekadar menyalurkan bantuan, BSI Maslahat berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama ITB, BSI Maslahat berharap lahir berbagai inovasi sosial yang dapat memperluas manfaat dana ziswaf bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan misi BSI Maslahat, mengembangkan program berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat luas.

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI