Cerita Seorang Ibu Mengelola Keuangan agar Tetap Bisa Berkurban di BSI Maslahat

Jakarta, 05 Mei 2026 – Bagi seorang ibu, mengatur keuangan keluarga adalah pekerjaan yang nyaris tak pernah berhenti. Setiap hari yang dipikirkan bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi juga keperluan esok dan masa depan anak-anak. Maka ketika mendengar kata kurban, tak jarang muncul pertanyaan yang sama setiap tahun, “Cukupkah rezeki kami?”.

Pertanyaan itu pula yang sering hadir di benak Mega.  Sebagai ibu muda yang terbiasa mengatur keuangan rumah tangga, ia memahami betul bahwa setiap rupiah memiliki peran penting. Pengeluaran rutin, kebutuhan mendadak, hingga tabungan keluarga menjadi prioritas utama. Namun di tengah perhitungan itu, satu niat tetap dijaga, yakni “Saya ingin berkurban.”

“Sebagai ibu yang mengatur keuangan, jujur awalnya sering berpikir, bisa ga ya kurban?” ungkap Mega. Namun ia meyakini satu hal sederhana. Kurban bukan tentang menunggu rezeki berlebih, melainkan keberanian menyisihkan. “Nggak ada rezekinya? Ya diada-adain,” katanya.

Pengalaman berkurban menghadirkan ketenangan tersendiri bagi Mega. Ia merasa proses berkurban di BSI Maslahat berjalan praktis, amanah, dan transparan. Sebagai ibu, rasa tenang tersebut sangat berarti, karena ia tidak ingin dihantui kekhawatiran terkait pelaksanaan ibadah yang telah diniatkan sejak awal. Ketenangan itu semakin lengkap dengan adanya siaran langsung penyembelihan hewan kurban melalui kanal YouTube BSI Maslahat, yang memungkinkan Mega menyaksikan prosesnya secara terbuka.

Meski sempat melewatkan live streaming waktu penyembelihan secara langsung, Mega tidak merasa khawatir. “Aku sempat ke-skip jam penyembelihannya, tapi nggak khawatir ketinggalan karena bisa menonton ulang rekamannya,” ujarnya.

Mega menyadari bahwa kurban yang ia tunaikan melalui BSI Maslahat disalurkan ke wilayah yang tidak mungkin ia jangkau sendiri. “Yang bikin lebih senang, aku bisa kurban ke tempat jauh yang aku sendiri nggak bisa datang ke sana,” ujarnya.

Sebagai ibu, Mega membayangkan keluarga lain yang mungkin hanya sesekali menikmati daging kurban. Bayangan itu membuatnya merinding. “Rezeki yang kita berikan ternyata bisa memberi dampak yang luas untuk sesama muslim di luar sana,”

Pengalaman ini mengubah cara Mega memandang pengelolaan keuangan keluarga. Kurban tidak mengurangi, justru menambah nilai. Ia mengajarkan bahwa rezeki tidak hanya dinikmati sendiri tapi juga bisa dinikmati oleh orang lain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Anak-anaknya pun belajar dari contoh tersebut, bahwa berbagi adalah bagian dari kehidupan seorang muslim.

Sebagai seorang ibu, Mega percaya satu hal yaitu ketika rezeki dikelola dengan niat baik, selalu ada jalan. Dan kurban, baginya, adalah bukti bahwa berbagi tidak pernah benar-benar mengurangi, justru menguatkan.Kadang kita tidak perlu menunggu segalanya sempurna untuk mulai berbagi. Kurban bisa dimulai dari niat dan kesadaran sebagai hamba Allah.

Melalui BSI Maslahat, kurban ditunaikan secara amanah, transparan, dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Setiap titipan kebaikan memiliki jejak manfaat yang nyata. Mari tunaikan kurban melalui https://digital.bsimaslahat.or.id/kurban.

Yuk cari tahu cara berkurban mudah di BSI Maslahat? Klik di sini

BSI Maslahat adalah Lembaga Amil Zakat dan Nazhir Wakaf Nasional resmi terdaftar di Kementerian Agama RI dan BWI