BSI Maslahat Perkuat Peran LKMS-BWM melalui Webinar Pemberdayaan untuk Mendorong Inklusi Keuangan

BSI Maslahat Perkuat Peran LKMS-BWM melalui Webinar Pemberdayaan untuk Mendorong Inklusi Keuangan

Jakarta, 29 April 2026 – BSI Maslahat kembali menyelenggarakan Webinar Series bertajuk “Mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dengan Spirit Pemberdayaan” pada Rabu (29/4) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BSI Maslahat dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola Lembaga Keuangan Mikro Syariah Bank Wakaf Mikro (LKMS-BWM) melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Webinar ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bagi para pengurus dan pengelola LKMS-BWM untuk terus berkembang dan beradaptasi di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Kegiatan ini akan dilakukan secara rutin hingga Oktober 2026. Pada webinar kali ini menghadirkan Burhan, S.E., Ketua Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia (ASLINDO), sebagai narasumber utama.

Baca juga: Semangat Kartini di Era Kini, Kisah Elsi Nasabah BWM Al-Kautsar yang Sukses dan Berdaya

Di tengah meningkatnya tuntutan inklusi keuangan, peran LKMS menjadi sangat strategis, khususnya dalam menjangkau masyarakat di lingkungan pondok pesantren. Program LKMS-BWM yang dikelola oleh BSI Maslahat hadir sebagai solusi pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro melalui skema pembiayaan syariah yang ringan, tanpa agunan, serta berbasis kelompok. Selain akses permodalan, nasabah juga memperoleh pembinaan keagamaan dan edukasi pengelolaan keuangan melalui kegiatan rutin Halaqah Mingguan (Halmi).

Pendekatan tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pelaku usaha mikro. Skema margin yang ringan, bahkan melalui akad qard, menjadi akses pembiayaan yang membantu mereka bertahan dan mengembangkan usaha. Namun demikian, tantangan keberlanjutan program tetap menjadi perhatian, terutama di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebijakan yang mempengaruhi sumber pendanaan.

BSI Maslahat Perkuat Peran LKMS-BWM melalui Webinar Pemberdayaan untuk Mendorong Inklusi Keuangan

Salah satu tantangan utama terletak pada aspek SDM. Sebagian besar pengelola LKMS-BWM memiliki latar belakang pendidikan keagamaan, sehingga membutuhkan penguatan dalam aspek tata kelola keuangan, pelaporan, serta pemahaman terhadap regulasi yang terus berkembang.

Menjawab kebutuhan tersebut, BSI Maslahat menghadirkan Webinar Series sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM tahun 2026. Program ini dirancang sebagai pelatihan daring yang dilaksanakan secara berkala setiap dua pekan, dengan fokus pada penguatan tata kelola dan pelaporan LKMS.

Baca juga: Di Balik Kue Lebaran, Ada Perjalanan Listiyani Bersama LKMS BWM Al Muna Berkah Mandiri

Direktur Waqf & Empowerment BSI Maslahat, Roni Setyabudi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kebutuhan masyarakat terhadap lembaga keuangan yang aman dan terpercaya masih sangat tinggi, terutama di pedesaan. Hal ini terlihat dari berbagai kejadian terakhir, termasuk menjelang Idulfitri, di mana masih banyak masyarakat di pedesaan yang mempercayakan simpanannya kepada lembaga keuangan nonformal. Dana tersebut umumnya bukan untuk investasi, melainkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya. Namun, dalam beberapa kasus, simpanan tersebut tidak dapat dicairkan saat dibutuhkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat berpenghasilan mikro, seperti  di area pasar, pesantren, dan pelosok, sangat membutuhkan kehadiran lembaga keuangan yang aman dan terpercaya seperti LKMS. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita sebagai lembaga yang diawasi OJK untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses sekaligus membangun kepercayaan masyarakat” ujarnya.

BSI Maslahat Perkuat Peran LKMS-BWM melalui Webinar Pemberdayaan untuk Mendorong Inklusi Keuangan

Melalui webinar ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai konsep dasar LKM dan LKM Syariah, perbedaan antara pendekatan bisnis dan pemberdayaan, serta peran strategis LKMS sebagai instrumen pembangunan sosial ekonomi. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan terkait tantangan dan peluang di era inklusi keuangan dan digitalisasi, serta strategi penguatan kelembagaan melalui pengembangan nilai dan produk.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan studi kasus, perencanaan strategis, serta refleksi yang memperkuat kembali semangat pemberdayaan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan LKMS.

Dalam paparannya, Burhan menekankan pentingnya kehadiran LKMS di tengah masyarakat. “Kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dan mikro terhadap lembaga keuangan yang terpercaya masih sangat tinggi, khususnya di wilayah pedesaan dan lingkungan pesantren. Oleh karena itu, LKMS memiliki peran penting dalam memberikan akses keuangan yang aman, terpercaya, dan sesuai dengan prinsip syariah” tuturnya.

Baca juga: Omset Rumah Makan Melejit Jutaan Rupiah, Kisah Leni Anhar Bertumbuh Bersama BSI Maslahat

Webinar ini menargetkan penguatan SDM yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis. Namun juga pada pembangunan perspektif yang lebih luas mengenai peran LKMS sebagai agen perubahan sosial-ekonomi di tengah Masyarakat. Diharapkan juga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas para pengurus LKMS-BWM dalam menjalankan program secara profesional, sesuai regulasi, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui penyelenggaraan Webinar Series ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pengelola LKMS-BWM dalam perjalanan memberdayakan Masyarakat. Dengan penguatan kapasitas yang konsisten, diharapkan lahir lembaga yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat dan negeri.

Yuk cari tahu cara berwakaf mudah di BSI Maslahat? Klik di sini